<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dongeng Motivasi &#187; Komik</title>
	<atom:link href="http://dongengmotivasi.com/category/komik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dongengmotivasi.com</link>
	<description>Kisah-kisah Inspiratif dan Motivatif</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 03:52:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Batman Dan Mbah Gendeng</title>
		<link>http://dongengmotivasi.com/batman-dan-mbah-gendeng.htm</link>
		<comments>http://dongengmotivasi.com/batman-dan-mbah-gendeng.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengmotivasi.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini kelanjutan dari cerita sebelumnya.
&#8220;Huh, siyal, masa&#8217; bocor lagi sih&#8221;, ujar Batman gemas sambil menendang pintu BatMobile-nya perlahan. Meskipun kesal, ia masih cukup sadar untuk tidak melampiaskannya kepada kendaraan tercintanya, yang cicilannya belum lunas itu. Dengan susah payah, ia mendorong mobilnya ke pinggir, ke sebuah tambal ban yang kebetulan berada tidak jauh dari situ.
&#8220;Mbah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><small>Cerita ini kelanjutan dari <a href="http://dongengmotivasi.com/stop-dreaming-start-action.htm">cerita sebelumnya</a>.</small></p>
<p>&#8220;Huh, siyal, masa&#8217; bocor lagi sih&#8221;, ujar Batman gemas sambil menendang pintu BatMobile-nya perlahan. Meskipun kesal, ia masih cukup sadar untuk tidak melampiaskannya kepada kendaraan tercintanya, yang cicilannya belum lunas itu. Dengan susah payah, ia mendorong mobilnya ke pinggir, ke sebuah tambal ban yang kebetulan berada tidak jauh dari situ.</p>
<p>&#8220;<strong>Mbah Gendeng &#8211; Nambal Ban Sejak 1911</strong>&#8221;</p>
<p>Begitu tulisan yang tertera di atas &#8220;bengkel&#8221; kecil yang didirikan seadanya di bawah sebuah pohon beringin besar.</p>
<p><span id="more-68"></span>&#8220;Bannya bocor ya, nak?&#8221;, tanya seorang kakek tua yang tiba-tiba muncul dari balik pohon.</p>
<p>&#8220;Iya, mbah&#8221;, jawab Batman lesu, &#8220;sudah kedua kalinya nih. Padahal baru sekitar 5km lalu bocor dan ditambal.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmmm&#8230;&#8221;, mbah Gendeng mengangguk-anggukan kepalanya dan mulai mempersiapkan peralatannya. Bak air sabun untuk memeriksa bagian ban yang bocor, dongkrak, pompa angin, dan sebagainya. &#8220;Silahkan duduk dulu aja di kursi kayu itu, nak. Biar mbah kerjakan dulu bannya.&#8221;</p>
<hr />
<p>45 menit berlalu, Batman mulai gak sabar. Maklum, ia lagi semangat-semangatnya untuk bangkit kembali dari keterpurukannya dan ingin segera sampai ke WTC untuk membuka gerai HP. Ditambah lagi, seekor kura-kura berseragam &#8220;Bukan Express&#8221; yang tadi disalipnya kini sudah berjalan melewati tempat ia duduk. &#8220;Masa&#8217; Batman kalah cepet ama kura-kura&#8221;, pikir Batman dalam hati. Penasaran, ia mendekati Mbah Gendeng dan mengintip kerjanya.</p>
<p>&#8220;Pantesan aja lama!&#8221;, sergah Batman kasar. &#8220;Lha wong kerjanya lambat banget gini! Apa gak bisa lebih cepet lagi, mbah?!&#8221;</p>
<p>Mbah Gendeng meletakkan ban dalam BatMobile yang sedang ia pegang dan menoleh ke arah Batman. Tatapannya yang tajam membuat Batman secara tidak sadar mundur selangkah ke belakang. Tanpa disangka, dengan tidak kalah kerasnya, Mbah Gendeng balik bertanya, &#8220;Memangnya kamu pikir pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dikerjakan dengan terburu-buru?&#8221;</p>
<p>&#8220;Memang begitu, kan? Cuman nambal ban ini, apa pentingnya? Jauh lebih penting pekerjaanku yang ke sana kemari buat nyelamatin dunia dari orang jahat! Mbah tahu kan kalo aku ini Batman?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Iye, terus so what gitu loh, mau situ Superman kek, Batman kek, Barack Obama kek, SBY kek, tetep aja, jangan pernah ngeremehin pekerjaan saya!&#8221;</p>
<p>Batman sudah akan membuka mulutnya lagi untuk menjawab, namun kakek tua itu tidak mau kalah cepat dan melanjutkan kata-katanya.</p>
<p>&#8220;Dengarkan baik-baik, anak muda. Coba pikir. Seandainya tadi kamu dalam perjalanan untuk menyelamatkan ribuan orang dan banmu bocor, apa bukan berarti yang saya kerjakan ini tidak sama pentingnya dengan pekerjaanmu? Dengan memperbaiki ban bocormu dengan baik dan teliti, secara tidak langsung saya suda membantu kamu menyelamatkan mereka &#8212; ribuan orang itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak usah muluk-muluk. Setiap ban bocor yang saya perbaiki pasti berhasil membawa pengemudinya tiba dengan selamat sampai di rumah. Coba bayangkan apabila saya melakukannya dengan asal-asalan. Bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bukan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lihat ban dalammu ini&#8221;, Mbah Gendeng menyodorkan dua buah ban dalam BatMobile yang sedang ia kerjakan. &#8220;Perhatikan ini, bekas tambalan yang dilakukan oleh penambal ban sebelumnya. Kasar dan kurang kuat rekatannya. Itu sebabnya tadi ban mobilmu bocor lagi. Masih untung tidak terjadi apa-apa. Dan ini, yang ada di kanan, adalah hasil tambalan ban yang aku lakukan. Bandingkan!&#8221;</p>
<p>Batman tercenung. Ia memperhatikan ban dalam pada bagian yang ditunjukkan oleh Mbah Gendeng dan ternyata memang benar, pekerjaannya kurang baik. Bahkan jauh dibandingkan hasil pekerjaan Mbah Gendeng. Padahal tadi ia cukup senang dan memberi tips lebih kepada penambal ban sebelumnya karena kerjanya hanya butuh waktu 5 menit saja.</p>
<p>Dengan menunduk, Batman mohon maaf kepada <a href="http://dongengmotivasi.com/batman-dan-mbah-gendeng.htm">Mbah Gendeng</a> dan beringsut kembali ke kursi kayu untuk menunggu. Di satu sisi, ia malu terhadap apa yang telah ia lakukan, namun di sisi lain, ia gembira karena mendapat pelajaran baru tentang hidup dan juga tentang bisnis. </p>
<p>&#8220;Aku pasti tidak akan kalah oleh Peter Parker&#8221;, ujar Batman dalam hati sembari tersenyum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengmotivasi.com/batman-dan-mbah-gendeng.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming Start Action</title>
		<link>http://dongengmotivasi.com/stop-dreaming-start-action.htm</link>
		<comments>http://dongengmotivasi.com/stop-dreaming-start-action.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 16:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Dreaming Take Action]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengmotivasi.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Batman memandang lesu sebuah poster yang tertempel di tembok jalan. Ada tulisan besar &#8220;Stop Dreaming Start Action&#8221; di situ, dengan gambar seorang pria kribo sedang tidur-tiduran di rumput dan memandang ke arah langit, seolah sedang mengkhayal. Tapi ia tidak peduli sama sekali dengan poster tersebut. Bahkan apabila Luna Maya yang menjadi modelnya pun belum tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Batman memandang lesu sebuah poster yang tertempel di tembok jalan. Ada tulisan besar &#8220;<strong>Stop Dreaming Start Action</strong>&#8221; di situ, dengan gambar seorang pria kribo sedang tidur-tiduran di rumput dan memandang ke arah langit, seolah sedang mengkhayal. Tapi ia tidak peduli sama sekali dengan poster tersebut. Bahkan apabila Luna Maya yang menjadi modelnya pun belum tentu ia akan berpaling. Maklum, sejak <a href="http://dongengmotivasi.com/spiderman-nyalon.htm">bisnis salonnya gagal</a>, ia memang lebih sering menyendiri. Seakan meratapi kekalahannya oleh Peter Parker si Spiderman. Bahkan job-job mengalahkan penjahat yang acap diterimanya dari komisaris Gordon pun diabaikan. Ia biarkan Nightwing dan Robin mengurusnya.</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<div id="attachment_30" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-30" style="border: 1px solid black; margin: 0pt 0pt 10px 10px;" title="Stop Dreaming Take Action" src="http://dongengmotivasi.com/wp-content/uploads/2009/06/stop_dreaming_start_action-300x199.jpg" alt="Start Action Stop Dreaming" width="300" height="199" /><p class="wp-caption-text">Stop Dreaming Take Action</p></div>
<p>Dengan langkah gontai, Batman pun melanjutkan perjalannya ke arah pinggir kota. Tak lama, ia sampai di sebuah tanah lapang. Ada sekitar 10 orang anak kecil bermain bola di sana dengan riang. Berlarian ke sana kemari, berteriak kencang-kencang, meloncat-loncat. Sumpek dengan kegaduhan mereka, Batman pun mencabut rambu stop dilarang parkir yang ada di trotoar dan mengusir anak-anak tersebut dengan paksa.</p>
<p>&#8220;Hus, hus, sana pergi! Jangan bikin ribut di sini&#8221;, teriaknya sambil mengayunkan rambu tanda berhenti tersebut di udara dengan liar.</p>
<p>Teriakan-teriakan gembira kesepuluh anak polos tersebut seketika berubah menjadi teriakan ketakutan. Hanya dalam hitungan sepersekian detik mereka sudah kabur ketakutan sambil menangis meraung-raung.</p>
<p>&#8220;Nah, gini kan enak. Tenang. Aku jadi bisa tidur-tiduran di sini. Siapa tau dapet mimpi indah dan pikiran jadi tenang lagi,&#8221; ujar Batman pada dirinya sendiri, &#8220;<em>sweet dream me</em>&#8220;.</p>
<p>Hanya butuh 5 menit saja bagi Batman untuk tertidur pulas. Dan tak  berapa lama kemudian, cita-citanya terkabul. Ia bermimpi. Mimpi indah pula. Dalam mimpi tersebut, ia menjadi seorang juragan HP yang sukses. Punya konter di mana-mana. Dari yang ada di WTC Surabaya hingga di ITC Roxy Mas Jakarta. Salah satu konternya bernama &#8220;Dream Start&#8221;. Pemasukannya gak tanggung-tanggung&#8230; 100 juta setiap hari!</p>
<p>&#8220;Aduh!&#8221;, mendadak Batman terbangun. Ternyata ia tidur di atas sarang semut merah dan kini ada ratusan semut merah yang sibuk menggigiti tubuhnya. Dari ujung hidung hingga ujung jempol (kalo tidur Batman kebiasaan melepas sepatunya). Untung saja sebagian tubuhnya tertutup baju kebangsaan dan jubah, sehingga hanya beberapa gelintir semut saja yang sukses menzolimi tubuhnya.</p>
<p>Setelah membersihkan tubuhnya dari serbuan semut-semut tersebut, Batman mulai mengingat-ingat kembali mimpinya.</p>
<p>&#8220;Gila, mantap banget mimpiku tadi. TOPBGTSKL. Apalagi GPL, gak pake lama. Begitu start bobok, langsung mimpi. Jadi juragan HP, kaya raya, penghasilan 100 juta per hari. Wew!&#8221;</p>
<p>Ia pun mencatat &#8216;pekerjaan&#8217; yang ia lakukan dalam mimpi tersebut, beserta nominal penghasilannya, ke dalam buku catatan yang selalu ia bawa di balik jubahnya.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, mulai besok aku harus sering tidur-tiduran di lapangan ini. Biar selalu dapet mimpi indah. Kalau perlu lapangan ini aku beli agar anak-anak tadi gak seenaknya saja bermain di sini&#8221;.</p>
<p>Begitulah.</p>
<p>Sejak itu, hampir setiap hari Batman datang dan tidur di lapangan tersebut. Tentu saja dengan terlebih dahulu mengecek apakah tanah yang dijadikan alas tidurnya terdapat sarang semut merah atau tidak. Dan entah kenapa, setiap kali ia tidur di sana ia selalu mendapatkan mimpi-mimpi yang indah. Dari jadi bandar ojek &#8220;Ride Action&#8221;, bos perusahaan &#8220;Don&#8217;t Stop&#8221;, hingga pemilik maskapal &#8220;Start Flying&#8221;. Semuanya berpenghasilan ratusan juta hingga milyaran rupiah!</p>
<hr />Satu bulan kemudian, saat sedang asik Facebook-an di cafe &#8220;Dreaming Dolphin&#8221; pakai Blackberry, Superman datang menghampirinya.</p>
<p>&#8220;Halo gan, apa kabar?&#8221;</p>
<p>&#8220;Baik, bro,&#8221; jawab Batman sambil mengupdet statusnya di Facebook &#8212; &#8220;lagi cangkruk di cafe&#8221;</p>
<p>Superman mengambil tempat duduk tepat di samping Batman. Ia menyeruput <em>ice coffee latte</em> favoritnya sambil mengatur posisi duduknya agar nyaman.</p>
<p>&#8220;Tahu tidak,&#8221;, ujar Superman, &#8220;denger-denger si laba-laba sekarang bisnis HP loh. Dan gak jauh beda dengan bisnis salonnya, bisnis HPnya pun laris manis tanjung kimpul&#8221;.</p>
<p>Mendadak Batman meletakkan Blackberry-nya. Wajahnya gusar menatap Superman. &#8220;Si Peter Parker sialan itu maksudmu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya lah, masa&#8217; iya dong. Emang siapa lagi superhero di sini yang dijuluki manusia laba-laba alias spiderman?&#8221;, jawab Superman santai.</p>
<p>&#8220;Huh, kalau cuma bisnis HP sih aku juga bisa,&#8221;, ujar Batman ketus.</p>
<p>&#8220;Oh ya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya,&#8221; jawab Batman. Ia mengeluarkan buku catatannya dan menunjukkan pada Superman. &#8220;Tuh lihat, gak hanya bisnis HP, bahkan bisnis laundry, bisnis tiket pesawat, bisnis antar jemput anak sekolah, sampai bisnis VCC Paypal. Semuanya sukses. Penghasilan berlimpah. Kalau ditotal, penghasilan sehari aja bisa beli selusin rumah mewah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wow,&#8221; Superman berteriak tertahan. Kagum. Kemarin untuk <a href="http://dongengmotivasi.com/superman-dan-laptop-barunya.htm">beli laptop</a> aja ia harus bersusah payah. Ini si kelelawar, ditinggal fesbukan aja bisnisnya bisa jalan lancar.</p>
<p>&#8220;Ngomong-ngomong,&#8221; ujar Superman, &#8220;emang dimana gerai HPmu? Kebetulan aku mo ganti HP nih. Yang ini batereinya bocor, sering low-bat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Gerai? Gak ada tuh,&#8221; jawab Batman pede.</p>
<p>&#8220;Loh kok? Lha terus bisnis HPmu gimana kok bisa tanpa gerai? Apa punya online store? Ato buka lapak di kaskus?&#8221;</p>
<p>&#8220;Gak. Itu kan ada di mimpiku. Kalau mau sukses, aku tinggal mimpi aja. Beres. Gak pake ribet. Gak pake repot.&#8221;</p>
<p>Superman bengong mendengar jawaban Batman. Sejenak kemudian ia berkata dengan lirih ke arah sahabatnya, &#8220;Bro.. kalau cuman dalam mimpi seperti itu&#8230; terus dimana letak kesuksesannya? Itu kan fana, bukan nyata. Apa yang bisa dibanggain dari situ?&#8221;</p>
<p>Batman terdiam mendengar perkataan Superman. Ia tercenung. Sejak kalah dari Peter Parker, mentalnya memang langsung down. Ia takut mulai berbisnis lagi. Takut gagal. Motonya sekarang: lebih baik <em>stop</em> bisnis daripada <em>start action</em> tapi gagal. Tapi kata-kata Clark Kent barusan seolah menyadarkannya. Kalau cuman mimpi, apa yang bisa dibanggain? Dimana letak kesuksesannya?</p>
<p>Superman kembali menyeruput kopinya. Ia diam, memberikan waktu pada Batman untuk berpikir.</p>
<p>&#8220;Iya ya,&#8221; Batman akhirnya buka suara, &#8220;ternyata selama beberapa waktu terakhir ini tindakanku salah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jelas dong,&#8221; sahut Superman, &#8220;agar bisa bener-bener sukses, kita harus berhenti bermimpi dan start action. Kalau kata si <a href="http://www.jokosusilo.com/2009/04/17/cukup-fokus-pada-tiga-langkah-teruji-menghasilkan-uang-melimpah-di-internet/">Joko Susilo</a>, stop dreaming start action. Gagal, kalah, meleset dari target, itu semua wajar. Yang perlu diingat, apabila kita <em>take action</em>, kita punya kesempatan untuk SUKSES. Tapi apabila kita <em>just dreaming</em>, kita pasti akan GAGAL. Sesimpel itu. Jangan sampai kebalik seperti kamu sekarang, start dreaming stop action&#8230;&#8221;</p>
<p>Batman mengangguk-anggukkan kepala tanda setuju. Ia merobek-robek buku catatan mimpinya sebagai tanda bahwa ia agak segera berubah.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, aku mau pergi dulu ya&#8221;</p>
<p>&#8220;Loh kemana?&#8221;, tanya Superman heran.</p>
<p>&#8220;Mau cari stand kosong di WTC Surabaya, buat buka gerai HP. Kan tadi katanya harus segera <a href="http://dongengmotivasi.com/stop-dreaming-start-action.htm">action dan action</a>. Ya kan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, sip kalo gitu. Semoga sukses ya gan! <em>Don&#8217;t stop until you succeeded</em>&#8221;</p>
<p>Dan Batman pun langsung ngacir memacu kendaraanya. Menuju ke arah Surabaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengmotivasi.com/stop-dreaming-start-action.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>254</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Superman Dan Laptop Barunya</title>
		<link>http://dongengmotivasi.com/superman-dan-laptop-barunya.htm</link>
		<comments>http://dongengmotivasi.com/superman-dan-laptop-barunya.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 14:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengmotivasi.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Brakkkkk!!!! Seseorang bertubuh besar dan bertato naga terlempar ke sudut ruangan. Sepucuk pistol yang tadi ia genggam terjatuh, berputar-putar di bawah meja marmer. Sesosok tubuh dengan pakaian berwarna merah biru mendekat dan mengangkat tubuh pria tersebut ke udara.
&#8220;Sudah menyerah?&#8221;, ujarnya.
Pria bertato tersebut memandang ke bawah, kepada huruf S besar yang terpampang di baju si merah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-21" style="border: 1px solid black; margin: 10px;" title="superman-dccomics-art" src="http://dongengmotivasi.com/wp-content/uploads/2009/03/superman-dccomics-art-150x150.jpg" alt="superman-dccomics-art" width="150" height="150" />Brakkkkk!!!! Seseorang bertubuh besar dan bertato naga terlempar ke sudut ruangan. Sepucuk pistol yang tadi ia genggam terjatuh, berputar-putar di bawah meja marmer. Sesosok tubuh dengan pakaian berwarna merah biru mendekat dan mengangkat tubuh pria tersebut ke udara.</p>
<p>&#8220;Sudah menyerah?&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Pria bertato tersebut memandang ke bawah, kepada huruf S besar yang terpampang di baju si merah biru tadi. Dengan lunglai ia menganggukkan kepalanya. Dengan tersenyum penuh kemenangan, si baju merah melemparkan pria besar tadi ke arah beberapa orang polisi yang dari tadi mengawasi aksi mereka. Dengan sigap mereka memborgol tangannya dan membawanya pergi menuju mobil polisi.</p>
<p><span id="more-18"></span>&#8220;Aksi yang bagus, Superman&#8221;, seorang polisi gemuk memujinya.</p>
<p>&#8220;Ah, sudah biasa kok. Masalah kecil ini. Tidak perlu dibesar-besarkan, pak Kepala Polisi&#8221;, jawab Superman merendah. &#8220;Kalau begitu aku pergi dulu ya, ada janji makan tempe penyet nih ama Louis Lane&#8221;.</p>
<p>&#8220;Eh tunggu sebentar&#8221;, cegah pak Kepala Polisi. Ia merogoh saku bajunya, yang tampak agak kekecilan, dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat. Lanjutnya, &#8220;Begini Man, saya dan walikota Metropolis sudah sepakat, mulai sekarang, setiap akhir bulan, kita akan memberimu gaji. Yah, tidak banyak sih, tapi setidaknya cukup untuk mengganti jerih payahmu selama ini dalam membantu menjaga keamanan di kota ini&#8221;.</p>
<p>Superman tertegun. Ia sama sekali tidak menyangka pak Kepala Polisi akan melakukan hal tersebut. Dengan terbata, ia menolaknya secara halus. &#8220;Tidak perlu, pak. Anda kan tahu kalau aku tulus dalam membela yang benar dan mengalahkan yang salah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Iya, saya tahu. Tapi tidak ada salahnya kan? Lagipula kamu kan juga butuh uang untuk biaya hidup sehari-hari&#8221;.</p>
<p>Superman pun akhirnya menerima amplop tersebut. Dan sejak hari itu, resmi setiap akhir bulan ia menerima gaji dari pak Kepala Polisi.</p>
<hr />3 bulan kemudian&#8230;</p>
<p>Clark Kent termenung di depan etalase sebuah toko komputer. Matanya menatap penuh hasrat pada sebuah laptop high-end merk ternama yang berukuran 16.4 inci itu. Ia ingin sekali membelinya, namun apa daya, upahnya selama ini di Daily Planet cukup pas-pasan. Ditambah lagi, biaya kencan dengan Louis yang tidak murah.</p>
<p>&#8220;Hmmm, tunggu sebentar&#8221;, pikir Clark, &#8220;setiap bulan kan aku menerima gaji dari kota ini. Dan dari dulu hingga sekarang pun aku setia mengabdi di Metropolis. Sama sekali tidak pernah terlintas di benakku untuk meninggalkan Metropolis. Mending aku minta supaya gajiku selama 6 bulan berikutnya di bayar di muka. Itu pasti cukup untuk membeli laptop beserta tambahan mouse dan mousepad bergambar Mickey Mouse yang imut itu.&#8221;</p>
<p>Begitulah. Clark bergegas berganti kostum menjadi Superman dan segera meluncur ke kantor polisi, menemui pak Kepala Polisi. Pada awalnya pak Kepala Polisi keberatan untuk memenuhi permintaan Superman, namun akhirnya ia pun luluh, mengingat bahwa bukan satu dua kali Superman menyelamatkan nyawanya.</p>
<p>Dan sore itu juga, di meja kamar kos-kosan Clark Kent sudah tergeletak dengan manis sebuah laptop 16.4 inci, mouse bermotif polkadot, dan mousepad bergambar Mickey Mouse&#8230;.</p>
<hr />1 bulan kemudian&#8230;</p>
<p>&#8220;Aaargghhh, bagaimana ini???&#8221;, teriak pak Kepala Polisi sambil memegang kepalanya. Wajahnya pucat dan tegang. &#8220;Superman masih belum datang juga?&#8221;</p>
<p>&#8220;Belum pak&#8221;, jawab seorang polisi, &#8220;saya sudah berusaha menghubungi HPnya, tapi selalu dialihkan. Saya coba message di YM pun tidak dibalas.&#8221;</p>
<p>Dorrr. Dorrr. Dorrr.</p>
<p>Dari seberang jalan terdengar suara tembakan silih berganti. Untuk kesekian kalinya dalam 2 minggu terakhir ini, kawanan perampok bank beraksi. Dan untuk kesekian kalinya pula, Superman tidak datang.</p>
<p>&#8220;Coba hubungi terus&#8221;, perintah pak Kepala Polisi panik kepada anak buahnya.</p>
<hr />Malam harinya&#8230;.</p>
<p>Tok, tok, tok.</p>
<p>&#8220;Huh, siapa sih itu? Ganggu aja orang lagi sibuk ini&#8221;, gerutu Clark sembari bergegas ke arah pintu.</p>
<p>&#8220;Kemana aja kamu selama ini?&#8221;, bentak Louis begitu pintu terbuka. &#8220;Sudah 2 minggu terakhir ini aku mencarimu. Tidak ada kabar, tidak ada pesan. Dan bukan cuma aku, nih lihat, seluruh Metropolis pun demikian&#8221;.</p>
<p>Clark mengulurkan tangannya, menerima koran yang disodorkan Louis. Terpampang tulisan besar di halaman depan, &#8220;Superman Kabur Dari Tanggungjawab&#8221;. Ia menelan ludahnya, sama sekali tidak menyangka bahwa akan terjadi hal yang seperti itu.</p>
<p>&#8220;Anu&#8221;, jawabnya lirih, &#8220;aku sibuk main game dengan laptopku yang baru. Kartu VGA-nya kan keren, Louis, 512MB pula memorinya. Bisa buat main Far Cry ama Crysis dengan mulus. Belum lagi ada koneksi WiFi-nya. Aku jadi bisa Facebook-an bareng Batman dan Wonder Woman&#8230;&#8221;.</p>
<p>Louis menggelengkan kepalanya, menatap prihatin ke arah pria yang dulu pertama kali ia temui sebagai Superman.</p>
<p>&#8220;Bukan itu masalahnya. Yang jadi masalah, sejak memiliki laptop itu, kamu jadi melupakan tugasmu untuk menjaga Metropolis. Kamu juga tidak pernah jalan bareng aku lagi. Tahu tidak, tadi siang juga ada perampokan bank besar-besaran. Dan kalau saja Steel tidak segera datang, pasti mereka sudah berhasil kabur untuk kesekian laginya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Loh bukankah Steel sedang berlibur ke Bali?&#8221;, tanya Clark.</p>
<p>&#8220;Memang! Tapi begitu pak Kepala Polisi menghubunginya dan meminta pertolongan, ia segera terbang ke Metropolis. Itu namanya pahlawan yang bertanggungjawab!&#8221;.</p>
<p>Clark terdiam. Ia mencoba mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini dan ia pun akhirnya sadar. Semenjak ia digaji oleh kota Metropolis, lambat laun ia merasa bahwa tanggungjawabnya sejajar dengan gaji tersebut. Pada saat ia mendapatkan gaji di muka, ia pun kehilangan rasa tanggungjawab terhadap kewajiban yang sudah ia emban selama ini. Ditambah lagi dengan keberadaan laptop barunya.</p>
<p>&#8220;Maafkan aku, Louis. Aku sadar akan kesalahanku dan mulai hari ini aku akan berusaha untuk memperbaikinya&#8221;.</p>
<p>Louis tersenyum dan memeluk pria yang dicintainya itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengmotivasi.com/superman-dan-laptop-barunya.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spiderman Nyalon</title>
		<link>http://dongengmotivasi.com/spiderman-nyalon.htm</link>
		<comments>http://dongengmotivasi.com/spiderman-nyalon.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 07:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dongengmotivasi.com/spiderman-nyalon.htm</guid>
		<description><![CDATA[Peter Parker kegirangan. Nomer togel yang ia pasang tembus. Gak tanggung-tanggung, 4 angka sekaligus. Dalam perjalanan ke tempat bandar untuk mengambil uang, ia terus berpikir mau dipakai untuk apa uang tersebut nantinya. Yang jelas, berhubung selama ini hidupnya serba pas-pas-an, kemungkinan besar ia akan menggunakannya untuk membuka usaha.
Setelah memutar otak, akhirnya Peter memutuskan, ia akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peter Parker kegirangan. Nomer togel yang ia pasang tembus. Gak tanggung-tanggung, 4 angka sekaligus. Dalam perjalanan ke tempat bandar untuk mengambil uang, ia terus berpikir mau dipakai untuk apa uang tersebut nantinya. Yang jelas, berhubung selama ini hidupnya serba pas-pas-an, kemungkinan besar ia akan menggunakannya untuk membuka usaha.</p>
<p>Setelah memutar otak, akhirnya Peter memutuskan, ia akan membuka usaha salon! Ya, salon potong rambut. Kebetulan saat ini sudah mendekati musim panas. Pasti banyak orang yang akan potong rambut agar tidak gerah, pikirnya.</p>
<p>Begitulah.</p>
<p><span id="more-6"></span>Tidak sampai seminggu salon yang diimpikan telah usai dibangun. Maklum, ia minta bantuan kepada Flash yang bisa bergerak secepat kilat itu. Salon itu ia beri nama &#8220;Salon SiLabi&#8221;, singkatan dari &#8220;Si Laba-laba Imut&#8221;.</p>
<p>Selain mempersiapkan peralatan-peralatan salon, Peter turut &#8216;menyesuaikan&#8217; penampilannya. Karena ia tahu salon tersebut baru akan laku apabila Spiderman sendiri yang menjadi tukang potongnya, ia pun mengenakan kustom merah birunya. Ia juga membuat wig rambut panjang dari jaring laba-labanya, menatanya dengan tren 2010, dan mengenakannya. Gak lucu dong kalau ada tukang potong yang gundul.</p>
<p>Begitulah.</p>
<p>Salon SiLabi ternyata laku keras. <em>Branding</em> Spiderman ditambah dengan momen pembukaan serta lokasi salon yang tepat terbukti sebagai adonan kesuksesan yang tepat. Tidak kurang 100 pengunjung tiap harinya harus Peter layani. Dari yang sekedar ingin keramas, creambath, mengeriting rambut, potong botak, shaggy, hingga memanjangkan rambut (emang bisa?). Yang jelas, hampir setiap hari salonnya penuh sesak dengan pelanggan yang antri.</p>
<p>Suatu hari, Bruce Wayne lewat di depan salon Silabi. Tertarik dengan kelarisan salon Spidey, otak bisnis Bruce mulai bekerja. Ia segera menghubungi Alfred untuk mengurus pembangunan salon potong rambut yang baru, dengan peralatan yang lebih canggih dan lokasi tepat di seberang salon milik Peter. Salon tersebut ia beri nama salon &#8220;Sikeli&#8221;. Singkatannya? Tentu saja, &#8220;Si Kelelawar Imut&#8221;.</p>
<p>Untuk memberi nilai tambah pada salonnya, agar dapat membajak pelanggan-pelanggan Silabi, Bruce tidak hanya mengenakan kostum Batman-nya. Ia juga memanfaatkan kepandaiannya untuk menciptakan robot pemotong rambut otomatis! Dengan robot ini, orang tinggal duduk manis di kursi, tekan tombol pilihan potongan rambut yang diinginkan, dan dalam 5 menit, langsung beres. Praktis kan? Supaya keren, Bruce memberi nama robotnya &#8220;RPRSKDSC v1.14254&#8243;.</p>
<p>Untuk mempromosikan salon barunya, Bruce memasang papan iklan yang cukup besar. Tertulis, &#8220;Salon Sikeli &#8211; Potong Rambut Kilat, Gak Pake Antri&#8221;</p>
<p>Begitulah.</p>
<p>Tidak lama, pelanggan salon Silabi sedikit demi sedikit berpindah ke salon Sikeli. Dan memang, kecanggihan robot tersebut terbukti. Siapa saja, potongan apa saja, diselesaikan dalam waktu 5 menit. Benar-benar gak pake antri. Si Batman pun gak perlu repot-repot melayani pelanggan. Ia cuma duduk di belakang kasir sambil ngitung penghasilan.</p>
<p>Selang beberapa hari, otak bisnis Bruce kembali berputar. Kalau buka 1/2 hari aja keuntungannya sebesar ini, bagaimana jika buka 24-jam non-stop yah?</p>
<p>Begitulah.</p>
<p>Salon Sikeli kemudian dibuka 24 jam. Non-stop. Pengunjung pun terus mengalir, siang malam. Demikian pula kantong Batman, semakin lama semakin tebal.</p>
<p>Tanpa disadari, karena diforsir untuk bekerja tanpa beristirahat, robot RPRSKDSC mulai berulah. Bagian dalamnya kepanasan dan menyebabkan ada 1 sirkuit yang putus. Akibatnya, hasil pemotongan rambut menjadi kacau. Ada yang minta dikeriting malah jadi gundul, ada yang minta di-shaggy malah dikasih konde, ada yang minta creambath malah dikitik-kitik, hehehe. Bruce sendiri yang terlalu sibuk dengan mesin kasirnya sama sekali tidak memperhatikan keadaan itu.</p>
<p>Berbeda dengan Peter. Sejak salonnya sepi, ia jadi banyak bengong di trotoar. Melihat akhir-akhir ini banyak orang yang keluar dari salon saingannya sambil ngedumel, ia pun curiga bahwa ada yang tidak beres di sana. Dengan memanfaatkan pendengaran supernya, ia menguping omelan mereka dan mengetahui masalah yang terjadi di salon Sikeli.</p>
<p>Setelah berpikir sejenak, Peter masuk ke dalam salon. Sejenak kemudian ia keluar sambil membawa papan iklan bertuliskan, &#8220;Salon Silabi &#8211; Merapikan Potongan Rambut Yang Kacau&#8221;. Papan tersebut ia letakkan di dekat salon Sikeli. Tidak lupa ia gambarkan arah panah yang menuju ke salonnya.</p>
<p>Cara ini ternyata tokcer. Pelanggan salon Sikeli yang kecewa dengan layanan robot si Batman, begitu melihat papan iklan tersebut, langsung berjalan menuju salon Silabi. Sedikit demi sedikit, pengunjung salon Sikeli berkurang, dan sebaliknya, salon Silabi kembali laris.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dongengmotivasi.com/spiderman-nyalon.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
